Masalah Pendidikan Di Indonesia

Di Indonesia pendidikan merupakan faktor penting bagi perkembangan penduduknya. Karena jika seseorang tidak berpendidikan kemungkinan besar perilaku mereka kurang baik. Pendidikan tidak hanya di sekolah, melainkan bisa di rumah bersama orangtua. Misalnya orangtua mendidik anaknya yang masih kecil untuk berperilaku baik dan dapat menolong sesama. Terlepas dari itu bukan berarti pendidikan di Indonesia ini tidak mempunyai masalah disetiap sekolahnya.
Berikut contoh masalah pendidikan di Indonesia:

1. Kurangnya Fasilitas untuk Penyandang Disabilitas

Di beberapa sekolah di Indonesia tidak mempunyai fasilitas untuk penyandang disabilitas, seperti jalan untuk pengguna kursi roda. Kebanyakan di sekolah-sekolah terdapat banyak tangga termasuk tangga untuk menuju lantai 2 maupun lantai 3. Ini merupakan penghambat bagi mereka yang memakai kursi roda, dikarenakan jika kelas mereka berada di lantai atas maka mereka tidak bisa mengikuti kelas kecuali sekolah mereka memang memilik lift.

Salah satu solusinya adalah menambah jalan khusus bagi pengguna kursi roda. Solusi ini termasuk solusi yang cukup mahal, karena 'membangun' sekolah lagi. Cara lain yang cukup efektif  adalah jika di kelas mereka terdapat pengguna kursi roda, maka pihak sekolah cukup hanya mengatur ulang tempat kelas mereka untuk pindah di kelas yang berada di lantai satu.

2. Sumbangan Dana yang Mahal

Sumbangan dana sekolah yang diterapkan pihak sekolah kerap dianggap terlalu mahal bagi beberapa orang tua, terutama yang kurang mampu. Sumbangan dana ini bukan hanya SPP melainkan bisa biaya bimbel ataupun wisuda. Beberapa orangtua mengeluh kenapa bisa semahal ini. Tetapi dari sekilan banyak wali murid tidak ada satupun yang berani menanyakan hal ini secara langsung, biasanya keluhan tersebut datang dari wali murid satu dengan lainnya, dan juga para murid. 

Contoh lain adalah SPP yang dibayar full sampai satu tahun padahal kelas tingkat 3 biasanya hanya menempuh kurang lebih 8 bulan dikarenakan sudah lulus. Alasannya adalah SPP ini bukan dibayar perbulan, melainkan satu tahun ajaran. Jadi meskipun kelas tingkat 3 lulus lebih awal maka bayarnya tetap satu tahun. 

Pihak sekolah menerapkan biaya tersebut dikarenakan biaya pendidikan yang ada disekolahnya masih kurang, meskipun sudah ada bantuan dari pemerintah. Hal ini perlu diperhatikan karena tidak sedikit siswa yang lebih memilih putus sekolah dikarenakan biayanya yang mahal dan lebih memilih kerja untuk membantu orangtuanya.

3. Sarana dan Prasarana yang Kurang

Saat proses belajar, sarana dan prasana juga merupakan faktor penting pembelajaran. Karena tidak semua sekolah di Indonesia ini memiliki sarana dan prasarana yang lengkap. Seperti lab komputer. Sekolah yang letaknya jauh dari kota biasanya kekurangan komputer, jadi otomatis para muridnya tidak mendapat pelajaran komputer dikarenakan keterbatasan komputer. Masalah ini perlu diperhatikan dikarenakan era sekarang sudah berubah dan lebih canggih daripada sebelumnya. Sekarang ini era serba online, seperti belajar online pun ada. 

Contoh lain adalah bangunan sekolah yang sebagian besar di Indonesia mau roboh. Para murid yang memang mempunyai niat belajar harus terganggu dan was - was dikarenakan bangunan sekolah mereka yang tua dan tidak lagi kokoh. Banyak atap yang bolong, jika hujan tiba sekolah mereka akan banjir. 

Diharapkan pemerintah lebih memperhatikan sekolah yang masih kurang - kurang tersebut, jadi tidak hanya sekolah di kota yang dibangun terus menerus melainkan sekolah yang ada dipelosok juga.

4. Kurangnya Tenaga Pengajar di Sekolah Pelosok

Indonesia merupakan negara dengan banyak pulau. Warga Indonesia yang tinggal di pelosok juga memiliki hak untuk belajar, apalagi bisa saja mereka merupakan calon - calon generasi yang cerdas dan mampu turut serta untuk membangun Indonesia. Akan tetapi kurangnya tenaga pengajar di wilayah pelosok berdampak kepada anak-anak yang ingin menuntut ilmu. Kurangnya tenaga pengajar ini disebabkan karena gaji guru yang berada di wilayah pelosok sangat sedikit dibandingkan guru yang mengajar di kota-kota besar. Mereka mungkin akan pergi ke kota - kota besar untuk mencari pekerjaan yang gajinya lumayan besar untuk mereka.


-------------------------------------------
Di atas merupakan sedikit dari masalah pendidikan yang dihadapi di Indonesia, saat ini kita berharap ada pihak - pihak yang mau membenahkan masalah tersebut dan menemukan solusinya.
Terimakasih.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer