Pentingnya Pendidikan Karakter
Pada saat ini, banyak anak-anak di Indonesia yang nilai moralnya masih kurang. Tingkah laku mereka dirasa masih kurang baik. Oleh karena itu, pendidikan karakter sangat penting untuk diberikan. Entah itu dari keluarga ataupun dari pihak sekolah.
Apa itu Pendidikan Karakter?
Pendidikan karakter merupakan pendidikan yang dapat membentuk kepribadian seseorang. Pendidikan karakter sangat penting diberikan karena dapat membentuk kepribadian anak yang lebih baik lagi. Karena dapat mengajarkan bagaimana cara agar berperilaku baik. Pendidikan karakter tidak hanya berpatok dalam mencerdaskan peserta didik tetapi juga dalam membangun karakter dan kepribadian peserta didiknya. Saat ini pendidikan dapat mencerdaskan peserta didik. Akan tetapi, pendidikan karakter masih belum berhasil. Banyak peserta didik yang hilang akan kesopanan mereka. Maka dari itu pendidikan karakter sangat berpengaruh sekali.
Tujuan dari Pendidikan Karakter
Menurut
Kesuma dkk (2013:9) terdapat tiga tujuan dari pendidikan karakter, yaitu:
1. Memfasilitasi penguatan dan pengembangan nilai
tertentu yang akan terwujud dalam perilaku sehari-hari anak baik di dalam
maupun luar sekolah.
Hal ini memiliki arti bahwa penguatan
dan pengembangan memiliki makna bahwa pendidikan menjadi jembatan untuk anak
agar dapat mencapai nilai yang baik serta dapat mengetahui fungsi nilai
tersebut dengan baik. Penguatan disini memiliki arti mengarahkan pendidikan
pada proses pembiasaan dengan diiringi logika dan refleksi tentang dampak
oembiasaan tersebut. Penguatan ini tidak hanya mengandalkan pembiasaan di area
sekolah, namun juga dalam lingkup rumah atau masyarakat. Dalam hal ini,
penguasaan akademik akan diposisikan sebagai media atau sarana mencapai tujuan
kali ini.
2.
Mengoreksi nilai-nilai yang tidak sesuai dengan sekolah.
Tujuan ini dapat diartikan juga sebagai
salah satu altermatif untuk memberi peringatan dan memperbaiki peserta didik
yang memiliki perilaku negatif menjadi perilaku positif. Hal ini dilakukan
dengan melalui proses yang berpola, yaitu diawali dengan pengoreksian perilaku
peserta didik yang kemudian dilanjutkan
dengan keteladanan dalam lingkungan sekolah dan rumah atau masyarakat dan akan
diadakan pembiasaan dari keteladanan tersebut sebagai proses akhir.
3.
Membangun komunikasi yang kuat antara keluarga dan masyrakat dalam rangka
penerapan pendidikan karakter.
Tujuan ini memiliki arti bahwa harus terdapat
kesinambungan dan komunikasi yang baik antara lingkungan sekolah dan lingkungan
masyarakat. Hal itu harus dilakukan karena jika pendidikan karakter hanya
berpatok pada interaksi siswa-guru maka pendidikan karakter sesungguhnya akan
sulit diwujudkan. Mengapa terjadi demikian? Karena nantinya peserta didik akan
berada di lungkungan masyarakat yang luas sehingga lenting bagi peserta didik
untuk dapat menerapkan pendidikan karakter di dalam lingkungan masyarakat.
Prinsip dari Pendidikan Karakter
Menurut Kemendiknas dalam Gunawan (2012:35) memberikan rekomendasi 11
prinsip untuk digunakan mewujudkan pendidikan karakter yang efektif sebagai
berikut:
1. Mempromosikan nilai-nilai dasar etik sebagai basis karakter;
2. Mengidentifikasi karakter secara koprehensif supaya mencakup pemikiran,
perasaan, dan perilaku;
3. Menggunakan pendekatan yang tajam, proaktif, dan efektif untuk
membangun karakter;
4. Menciptakan komunitas sekolah yang memiliki
kepedulian;
5. Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk
menunjukkan perilaku yang baik;
6. Memiliki cakupan terhadap kurikulum yang
bermakna dan menantang yang menghargai semua peserta didik, membangun karakter
mereka, dan membantu mereka untuk sukses;
7. Mengusahakan tumbuhnya motivasi ndiri pada
para peserta didik;
8. Mengfungsikan seluruh staf sekolah sebagai
komunits moral yang berbagi tanggung jawab untuk pendidikan karakter dan setia
pada nilai dasar yang sama;
9. Adanya pembagian kepemimpinan moral dan
dukungan luas dalam membangun inisiatif pendidikan karakter;
10. Mengfungsikan keluarga dan anggota masyarakat
sebagai mitra dalam usaha membangun karakter;
11. Mengevaluasi karakter sekolah, fungsi staf
sekolah sebagai guru-guru karakter, dan manifestasi karakter positif dalam
kehidupan perserta didik.
Dapat disimpulkan bahwa, pendidikan karakter memang memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian peserta didik. Dengan pendidikan karakter peserta didik diharapkan mampu menjadi pribadi yang baik. Pendidikan karakter bisa diaajarkan melalui keluarga. Karakter seseorang dapat dengan mudah berubah dengan pengaruh orang disekitarnya. Entah itu dari faktor lingkungan atau teman sebaya.
Komentar
Posting Komentar